Pemerintah kota Kediri melakukan Sosialisasi dengan Paguyuban PKL Sentra Wisata Kuliner Alun-Alun kota Kediri, terkait revitalisasi Pembangunan Alun-Alun dan Penampungan sementara di sepanjang Jalan depan SDN 5 pada Selasa 31 Januari 2023.
Para Pedagang bersyukur setelah dilakukan rapat Sosialisasi pada senang semua, karena sudah jelas tempat berjualan sementara yang direlokasi ke depan SDN 5 selama satu tahun, namun masih menjadi pemikiran tentang Jumlah Stand yang di siapkan di penampungan kurang lebih 40 stand, sedangkan Anggota kami yang menempati Stand didalam Alun-Alun berjumlah 45 pedagang, lain lagi yang diluar ada 49 Pedagang, tapi kami masih bersyukur karena Penataan dilokasi baru ini diserahkan kepada kami ucap Ketua Paguyuban PKL Alun - Alun Soebagyo.
Sementara itu, Riani, 52, pedagang asal Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Kota sekaligus selaku Sekretaris dipaguyuban tersebut merasa senang karena sudah ada kepastian nasib para Pedagang mencari nafkah selama revitalisasi Pembangunan Alun-Alun, yaitu ditampung didepan SDN 5, senangnya lagi dalam rapat Sosialisasi dikantor kelurahan Kampung dalem didampingi oleh Pengurus DPP Spekal Jawa Timur antara lain Bapak. Anwar Kohar, SE,MM selaku Ketua Umum dan didampingi Wakil Ketua, Litbang, Wasekjen dan Bendahara.
Sementara itu Ketua Umum Spekal Jawa Timur Bapak Anwar Kohar, SE,MM, Mengatakan sangat bahagia sekali setelah seharian melakukan Pendampingan diteman-teman Kediri ini, ternyata hubungan humanis antara Pengurus dengan Pemerintah daerah sudah dilakukan dengan baik, terbukti rapat Sosialisasi yang diadakan dikantor Kampung dalem berjalan dengan lancar, semoga Pembangunan di Alun-Alun yang diperuntukan Kegiatan Ekonomi khususnya Penampungan PKL dan Pemindahan berjualan sementara tidak ada masalah dan berjalan lancar pula
Ketua Spekal Jatim menuturkan, juga sudah lama komunikasi dengan pihak Pemerintah Daerah khususnya dengan Kadis Koperasi kota Kediri tentang perihal Pembangunan Alun-Alun Kediri, Ia mengatakan tidak masalah dengan rencana itu. Asalkan PKL tidak digusur, karena “Kami baru pulih, di saat pandemi lalu vakum dua tahun. Jadi jangan sampai digusur,” harapnya.
#Syamsuri Ismail