Dengan Solidaritas yang tinggi Kawal hak buruh, SPEKAL Jawa Timur Hadiri Peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah di desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk.
Rombongan SPEKAL Jawa Timur dipimpin langsung oleh H. Amin Pamungkas, AK. selaku Ketua Umum dan Turut hadir pula Sugianto, SH. selaku bidang Advokasi dan Hukum, serta Andre Afridian dari Divisi Pemasaran. Kehadiran para pengurus tersebut menegaskan bahwa SPEKAL memiliki perhatian serius terhadap penguatan perlindungan hukum dan kesejahteraan pekerja di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, H. Amin Pamungkas, AK menyampaikan bahwa peresmian Museum Marsinah bukan hanya menjadi pengingat sejarah perjuangan buruh, tetapi juga momentum untuk memperkuat Solidaritas antar pekerja di tengah tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Menurutnya, perjuangan kaum pekerja tidak boleh berhenti pada tuntutan kesejahteraan semata, tetapi juga harus dibarengi dengan perlindungan hukum yang kuat dan berkeadilan.
Ia menegaskan bahwa SPEKAL Jawa Timur hadir sebagai bagian dari gerakan moral untuk terus mendampingi pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional. Museum Marsinah diharapkan mampu menjadi pusat edukasi perjuangan buruh bagi generasi muda agar sejarah pengorbanan para pekerja tidak dilupakan oleh zaman.
Sementara itu, Sugianto, SH. yang membidangi Advokasi dan Hukum menilai keberadaan rumah singgah memiliki nilai strategis bagi para pekerja dan aktivis buruh. Selain menjadi tempat beristirahat dan berkonsolidasi, rumah singgah juga dapat menjadi ruang diskusi dan pendampingan hukum bagi pekerja yang mengalami persoalan ketenagakerjaan.
Menurutnya, masih banyak pekerja yang membutuhkan akses pendampingan hukum yang cepat, tepat, dan berpihak pada keadilan. Karena itu, SPEKAL terus mendorong penguatan advokasi hukum yang lebih terstruktur agar kaum pekerja memiliki perlindungan yang nyata dalam menghadapi berbagai persoalan industrial.
Andre Afridian dari Divisi Pemasaran SPEKAL Jawa Timur juga menambahkan bahwa perjuangan buruh di era modern memerlukan sinergi yang luas, termasuk melalui penguatan komunikasi publik dan edukasi masyarakat mengenai hak-hak pekerja. Ia berharap Museum Marsinah dapat menjadi pusat literasi sosial yang mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya penghormatan terhadap hak asasi pekerja.
Peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk berlangsung penuh khidmat dan sarat makna historis. Acara tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada almarhumah Marsinah sebagai pejuang buruh, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perjuangan keadilan sosial harus terus dijaga bersama.
Kehadiran SPEKAL Jawa Timur dalam kegiatan tersebut memperlihatkan komitmen organisasi untuk terus berdiri bersama kaum pekerja, memperkuat solidaritas, dan mendorong advokasi hukum yang lebih kuat demi terciptanya perlindungan dan kesejahteraan pekerja di masa depan.(*Syamsuri)